Showing posts with label Suriah. Show all posts
Showing posts with label Suriah. Show all posts

Tuesday, 11 June 2013

AS Akan Bantu Senjatai Pemberontak Suriah


WASHINGTON, (IW) -- Kisruh di Suriah yang terus berlarut-larut membuat Amerika Serikat akan turun tangan. Saat ini, di Gedung Putih, sedang dilakukan serangkaian pertemuan antara pejabat militer dengan staf kepresidenan untuk menghasilkan keputusan apakah AS akan mempersenjatai pihak oposisi Suriah atau tidak. 

Para pejabat Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan AS telah mempersiapkan unsur-unsur yang utama bagi pertemuan tingkat tinggi yang rencananya akan dilakukan besok (Rabu, 12/6) antara Presiden Barack Obama dan para staf keamanan nasionalnya.

Pertemuan ini menjadi sangat mendesak karena keprihatinan bahwa pasukan pro-pemerintah yang didukung oleh Iran dan milisi Hizbullah Lebanon mungkin memperoleh akan memenangkan pertempuran.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki mengatakan "serangkaian pilihan yang lebih luas" telah dipersiapkan untuk menjadi pertimbangan bagi presiden Obama. Para pemimpin oposisi Suriah telah memperingatkan Amerika bahwa pemberontakan mereka bisa menghadapi kerugian parah tanpa dukungan yang lebih besar.

Sebanyak 5.000 pejuang Hizbullah sekarang berada di Suriah, membantu pihak pemerintah meneruskan operasi militernya setelah menduduki kota Qusair di dekat perbatasan Lebanon pekan lalu. Pasukan Suriah tampaknya sekarang siap untuk menyerang kota Homs yang strategis itu.


Thursday, 6 June 2013

DebkaFile: Perang di Damaskus Usai, Militer Suriah Menang Heroik


Damaskus, (IW) -- Media informasi rezim Zionis Israel, DebkaFile menulis, perang di Damaskus, ibukota Suriah sudah berakhir, dan pasukan pemerintah Suriah berhasil merebut kembali seluruh wilayah kota ini dengan sebuah kemenangan heroik. 

Seperti dikutip Fars News (4/6), DebkaFile melaporkan, Moshe Yaalon, Menteri Peperangan Israel di pertemuan Knesset, pada 3 Juni lalu mengklaim bahwa pemberontak Suriah mengontrol empat wilayah di Damaskus. Akan tetapi kenyataannya, perang di Damaskus telah usai dan militer Suriah berhasil merebut kembali seluruh wilayah kota itu.

Sisa-sisa pasukan pemberontak di kota Damaskus sudah tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak mampu menyerang pusat-pusat strategis atau bandara Damaskus.

Lebih lanjut Debka menjelaskan, "Sejak saat ini bantuan-bantuan Iran dan Rusia dapat dengan mudah masuk ke Suriah dari bandara Damaskus. Operasi militer di wilayah-wilayah Timur Damaskus dilakukan oleh brigade ketiga dan keempat pasukan pemerintah Suriah, juga oleh unit komando yang dijuluki Fuji. Sebagian besar pemberontak telah lari dari Damaskus."

Sumber militer yang ditemui Debka mengatakan, "Seluruh akses jalan yang menghubungkan ibukota Suriah telah dikuasai pasukan pemerintah sejak 4 Juni, dan begitu juga wilayah-wilayah Barat."

Di sisi lain pasukan loyalis Bashar Assad, Presiden Suriah di bagian Utara Al Qusayr telah mempersempit kepungan dan di Hama, militer Suriah telah memperkuat kontrolnya.

Di bagian lain laporannya, Debka mengabarkan, serangan tanggal 5 Mei yang dilakukan Angkatan Udara Israel ke Suriah bukan saja tidak menggoyahkan Suriah, sebaliknya menguntungkan militer negara itu dan Assad bukannya melemah, justru semakin kuat.


Begini Cara AS Tangkis Rudal Suriah

Rudal Patriot (REUTERS)

WASHINGTON, (IW) -- Untuk mengantisipasi bergolaknya situasi di Suriah, AS mulai berancang melakukan aksi militer. Satu di antaranya dengan mengerahkan baterai rudal Patriot.

Senjata ini dirancang untuk menjatuhkan Scud atau rudal jarak pendek lainnya, yang diketahui sebagai senjata rezim Bashar. Sistem itu juga dapat digunakan sebagai bagian dari "payung" zona larangan terbang atau operasi udara lainnya.

Pentagon telah mengirimkan sekitar 200 tentara ke Yordania, termasuk satu elemen dari markas Angkatan Darat AS, guna membantu negara tersebut dalam menyiapkan rencana aksi militer terhadap suriah. Beberapa skenario yang kemungkinan ditempuh itu juga meliputi pengamanan atas stok senjata kimia yang dimiliki Suriah.

Pengerahan peluncur anti-rudal Patriot itu merupakan tindak lanjut dari peringatan Washington kepada rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad agar tidak memberikan sistem rudal canggih kepada kelompok milisi Hizbullah di Libanon, yang kini mulai mengambil bagian dalam pertempuran guna mendukung Damaskus.

Israel telah beberapa kali melancarkan serangan udara di Suriah guna mengganggu pengiriman rudal ke Hizbullah itu.

Keputusan penempatan jet F-16 dan baterai rudal di Yordania semakin memperkuat spekulasi tentang kemungkinan intervensi militer dari Amerika Serikat, yang sejauh ini menurut Gedung Putih sangat kecil dilakukan.


(Republika/REUTERS)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...